Ciputra Garap Kawasan Strategis Baru di Pinggiran Makassar

JAKARTA, KOMPAS.com - Dibandingkan dengan segmen menengah bawah, pasar perumahan segmen atas dan high-end di Makassar, Sulawesi Selatan, lebih terbatas. Namun, permintaan hunian untuk segmen ini selalu ada. Hal tersebut juga seiring pertumbuhan Kota Makassar yang begitu cepat dalam 10 tahun terakhir sehingga wilayah pusat kota itu menjadi sangat padat. Tak heran, harga lahan di kota ini juga terus naik dan harga hunian melambung. Lantaran itulah, menurut Engeline Suyanto Project Manager CitraLand Celebes Makassar, CitraLand Celebes tetap konsisten melakukan pengembangan hunian mewah di Makassar yang memang jumlahnya tidak banyak.

CitraLand Celebes Makassar, proyek yang digarap oleh Ciputra Group itu, berada di Tun Abdul Razak atau Hertasning Baru, yakni jalur utama Mamminasata yang menghubungkan Kota Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar. Jalur itu kini menjadi jalur strategis mendukung pertumbuhan ekonomi regional. "Harus diakui, seperti di kota-kota lain, secara alamiah Makassar juga berkembang ke arah pinggiran, kemudian daerah-daerah pinggiran tersebut menjadi pusat perumbuhan baru. Ini potensi yang kami garap," kata Engeline dalam keterangan tertulisnya, Kamis (23/5/2019).

Sebagai wilayah baru, menurut Engeline, Hertasning Baru bisa dikategorikan sebagai sunrise property, yaitu lokasi yang berkembang dengan kenaikan nilai properti tinggi, dan prospektif sebagai investasi. "Sunrise property itu kan biasanya ditandai dengan perkembangan perumahan dan area komersial secara masif. Sebagai lokasi bisnis perumahan, letaknya sangat strategis dan ramai. Padahal, sepuluh atau lima belas tahun lalu daerah ini terkesan sangat jauh dari kota, bahkan masih berupa rawa-rawa," ujarnya. Dulu kawasan Hertasning Baru dianggap tidak prospektif, bahkan "di-bully" sebagai tempat jin buang anak. Sekarang, menurut Engeline, orang akan tahu bahwa kawasan itu kini menjadi kawasan yang dipenuhi perumahan dari perumahan menengah bawah sampai perumahan mewah. "Bahkan sudah ada perusahaan ritel nasional, kafe, supermarket besar, dan tempat kuliner modern," jelas Engeline. Dengan perkembangan itu, tutur dia, di kawasan Hertasning Baru ini permintaan properti segmen menengah bawah (harga Rp500 juta ke bawah) khususnya untuk end-user masih kuat, sementara pada segmen atas (Rp500 juta ke atas) tetap masih ada permintaan. "Saya optimistis bisnis properti di Makassar tahun ini bisa tumbuh 10 persen sampai 15 persen," kata Engeline.

Sebagai perumahan yang menawarkan rumah di atas Rp1 miliar, menurut dia, CitraLand Celebes tetap menawarkan rumah-rumah eksklusif yang dalam dua tahun terakhir kisaran harganya di atas Rp1 miliar. "Kalau dibandingkan segmen menengah bawah, pasar perumahan segmen atas ini lebih terbatas. Permintaannya akan selalu, karena perubahan karakter gaya hidup masyarakatnya," ujar Engeline. Bulan ini, untuk menyikapi permintaan hunian pascapemilu, pengembang CitraLand Celebes merilis rumah tipe baru, yaitu Calista. Lokasi produk ini berada di klaster terdepan CitraLand Celebes. Ditawarkan terbatas hanya 8 unit, produk rumah ini terdiri dari dua pilihan standar, yaitu tipe 80/140 dan 90/140 yang ditawarkan dengan harga perdana mulai Rp1,9 miliar.